Langsung ke konten utama

PRAKTIKUM 2 : KONFIGURASI JARINGAN KOMPUTER DAN PENGENALAN CISCO PACKET TRACER

Hasil dan Pembahasan Praktikum :

Pada praktikum kali ini, praktikan akan merancang jaringan sederhana menggunakan software simulator jaringan yaitu Cisco Packet Tracer. Aplikasi ini digunakan untuk menentukan topologi, merancang jaringan dan simulasi untuk mengurangi kesalahan pada saat pembuatan/pemasangan di lapangan. Praktikan diminta untuk merancang jaringan dengan topologi star yang terdiri dari 1 Server, 1 Switch, dan 5 PC, yang dihubungkan menggunakan kabel straight. Kemudian praktikan akan mengkonfigurasikan IP Address dari masing-masing device dan mengecek koneksi jaringan tersebut dengan perintah ping IP_Address.



Prosedur Praktikum :


1.     Buka aplikasi Cisco Packet Tracer kemudian seret icon Server dari menu End Devices, icon Switch dari menu Network Devices bagian Switch, dan 5 icon PC dari menu End Devices pada bagian bawah kiri. Susunlah Server dan 5 PC mengelilingi Switch sebagai pusatnya, karena topologi yang digunakan adalah topologi star, seperti gambar dibawah ini.


2.     Hubungkan setiap perangkat ke Switch dengan menggunakan kabel straight (Copper Straight-Through) pada menu Connections. Setelah menekan PC atau Server, pilih FastEthernet0 dan hubungkan bagian kabel satunya ke Switch. Port yang berwarna kuning adalah port yang masih kosong/belum digunakan.



3.      Pastikan semua device yang terhubung memiliki kabel dengan tanda segitiga warna hijau.


4.    Selanjutnya, lakukan konfigurasi IP address. Klik salah satu perangkat, maka akan muncul menu baru, pilih Dekstop kemudian klik IP Configuration.


5.   Isi IP Address pada Server dengan 192.168.1.1 dan Subnet Mask akan otomatis terisi dengan 255.255.255.0, kemudian isilah kolom Default gateway dengan 192.168.1.1 dan klik X (close).


6.     Lakukan hal yang sama dengan perangkat lainnya, akan tetapi angka digit terakhir pada IP Address harus berbeda satu sama lain, contoh : 192.168.1.2. Untuk PC, isilah kolom Default gateway sama dengan Server yaitu 192.168.1.1.


7.    Setelah semua perangkat telah dikonfigurasi IP Addressnya, kita dapat mengecek jaringan dengan menggunakan perintah ping. Klik salah satu perangkat, pada menu baru, pilih Dekstop kemudian klik Command Prompt. Ketik “ping IP_Address” (IP perangkat itu sendiri atau perangkat lainnya pada jaringan). Jika ping berhasil, maka akan muncul tampilan seperti berikut. Sedangkan jika terjadi kesalahan, maka akan muncul tulisan “Request time out”.


8.    Lakukan perintah ping tersebut dari satu PC ke PC lain, PC ke PC itu sendiri, dan PC ke Server atau sebaliknya. Periksa hasilnya.



9.      Jika semua perintah ping berhasil, maka jaringan komputer tersebut telah selesai dibuat.




Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :


1.    Hasil perintah ping adalah “Request time out”. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan pengetikan IP Address pada saat melakukan ping.

2.     Ada dua atau lebih perangkat yang memiliki IP Address yang sama.



Kesimpulan Percobaan :


Jadi, kesimpulan dari praktikum ini yaitu dalam merancang jaringan, kita dapat  menggunakan beberapa topologi, kali ini yang digunakan yaitu topologi star. Kita juga perlu memperhatikan jenis kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar perangkat serta IP Address yang dikonfigurasikan pada tiap perangkat. Diperlukan ketelitian dalam mengisi IP Address, hindari kesalahan penulisan atau IP Address yang sama agar tidak terjadi error pada jaringan tersebut. Untuk melakukan simulasi sebelum eksekusi/instalasi, kita dapat menggunakan aplikasi simulator yaitu Cisco Packet Tracer yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi di lapangan.

Komentar