Hasil dan Pembahasan Praktikum :
Pada
saat praktikum, asisten dosen menjelaskan terlebih dahulu mengenai modul yang telah
diberikan kepada praktikan. Terdapat dua jenis pengkabelan yaitu pengkabelan
straight dan pengkabelan kategori 5 (cross). Untuk pengkabelan straight urutan
warna kabelnya yaitu : Putih Oren – Oren – Putih hijau – Biru – Putih biru –
Hijau – Putih coklat – Coklat, dengan urutan warna yang sama pada kedua
terminal. Sedangkan untuk pengkabelan kategori 5 (cross) memiliki urutan warna
yang berbeda pada kedua terminal yaitu : Putih Oren – Oren – Putih hijau – Biru
– Putih biru – Hijau – Putih coklat – Coklat pada terminal 1 dan Putih hijau –
Hijau – Putih oren – Biru – Putih biru – Oren – Putih coklat – Coklat pada
terminal 2.
Untuk
membuat jaringan peer to peer, kabel yang digunakan adalah kabel kategori 5.
Setelah dihubungkan, untuk mengecek apakah kedua perangkat berhasil terhubung
yaitu dengan melakukan ping ip_tetangga pada cmd. Jika berhasil terhubung akan
muncul tulisan Reply from ip_tetangga: bytes=… time…ms TTL = … sebanyak 4 kali,
sedangkan jika gagal akan muncul tulisan RTO (Request Time Out) atau Destination
host unreachable sebanyak 4 kali, hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan dalam
menulis ip atau koneksi memang tidak terhubung (kesalahan pada kabel).
Untuk
jaringan yang menggunakan hub/switch dengan topologi, kabel yang digunakan
adalah kabel straight. Disini hub/switch berperan layaknya gerbang yang
menghubungkan beberapa perangkat.
Pada praktikum ini, praktikan membuat kabel cross atau kategori 5 dengan kabel jaringan jenis twisted pair model UTP (Unshielded Twisted Pair) dan konektor RJ-45. Fungsi atau penggunaan dari kabel ini adalah untuk menghubungkan dua device/perangkat yang sama seperti menghubungkan laptop dengan laptop.
Prosedur Praktikum :
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan, yaitu :
a. Kabel UTP
b. Konektor RJ-45
c. Tang crimping, memiliki 3 bagian dengan fungsi untuk memotong kabel, menguliti/mengupas kabel, dan meng-crimping konektor.
d. LAN tester
e. Dua laptop yang memiliki port untuk konektor RJ-45
2. Potong
kabel UTP dengan tang crimping sesuai dengan panjang yang diinginkan. Kupas
kedua bagian ujung kabel UTP kurang lebih 1-2 cm tanpa melukai kabel twisted
pair warna-warni di dalamnya. Apabila kabel di dalamnya ikut
terkelupas/tergores/terputus salah satunya maka harus dipotong sampai semuanya
putus dan mengupas ulang lagi. Lakukanlah dengan hati-hati.
3. Buka
pilinan kabel twisted pair, lalu pisahkan dan luruskan untuk mempermudah
penyusunan urutan warna kabel.
4. Urutkan
kabel sesuai dengan urutan warna pengkabelan yang ingin kita buat. Pada
praktikum ini, kita membuat pengkabelan kategori 5 (cross) dengan urutan warna
seperti gambar di bawah ini. Jika setelah disusun/diurutkan ujung kabelnya
tidak rata, maka potong sedikit ujung kabel tersebut sampai rata.
5. Jika
kabel sudah tersusun dan rata, maka masukkan ujung kabel ke dalam konektor
RJ-45. Pastikan urutan warna kabel tidak teracak/berubah setelah dimasukkan.
Kemudian, lihat apakah ujung kabel menyentuh ujung konektor. Jika belum, maka
dorong perlahan sampai semua ujung kabel mentok ke ujung dalam konektor.
6. Selanjutnya,
kunci konektor RJ-45 menggunakan tang crimping dengan memasukkan konektor ke
dalam bagian yang berbentuk seperti port konektor. Lalu jepit sampai pin kuningan
konektor terpasang dan melekat pada kabel.
7. Lakukan
pengecekkan dengan LAN tester dengan melihat urutan dari lampu yang menyala
pada tester tersebut. Jika lampu menyala sesuai dengan urutan kabel yang
disusun sebelumnya, maka kabel LAN berfungsi dengan baik. Jika ada yang tidak
menyala atau tidak sesuai urutan maka potong ujung kabel yang bermasalah, maka
ulangi dari langkah 2.
8. Pengujian juga dapat dilakukan dengan langsung menggunakan kabel LAN pada dua laptop yang memiliki port untuk konektor RJ-45. Setelah konektor dimasukkan ke port, buka control panel dan check ip address masing-masing laptop. Setelah itu, buka cmd dan lakukan perintah ping ip_tetangga dan lihat tulisan yang keluar. Apabila terjadi RTO atau Destination host unreachable karena kesalahan pada kabel, maka ulangi dari langkah 2.
9. Kabel
LAN telah selesai dibuat dan siap digunakan.
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Masalah
yang terjadi pada saat pembuatan kabel LAN yaitu saat menguliti kabel luar UTP.
Kabel twisted pair di dalamnya juga ikut terpotong/terkupas, sehingga harus
dipotong dan menguliti ulang.
2. Kondisi
alat yang terbatas jumlahnya sehingga harus bergantian dalam menggunakannya
dengan praktikan lain. Kemudian ada tang crimping yang tumpul sehingga merusak
kabel yang telah dibuat.
Kesimpulan Percobaan :
Jadi, kesimpulan dari praktikum ini yaitu untuk jaringan peer to peer, kita menggunakan pengkabelan kategori 5 (cross) yang berfungsi menghubungkan device/perangkat yang sama seperti laptop dengan laptop. Urutan warna pada pengkabelan ini berbeda pada kedua ujungnya. Sedangkan untuk jaringan yang menghubungkan device/perangkat yang berbeda seperti switch dengan pc, kita menggunakan pengkabelan straight yang urutan warnanya sama pada kedua terminal. Untuk kabel twisted pair di dalam yang ikut terpotong/terkupas, diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dari praktikan. Berhubungan dengan masalah kedua yaitu alat yang terbatas dan dalam kondisi yang kurang baik, maka praktikan seharusnya lebih memperhatikan lagi alat dan bahan yang akan digunakan agar tidak terjadi kesalahan.

















Kerenš„
BalasHapus