Hasil dan Pembahasan Praktikum :
Pada praktikum kali ini, praktikan mengenal perhitungan Subnet Mask, mengatur IP Address lalu membaginya secara DHCP dan mengkonfigurasi AccessPoint dalam membuat simulasi jaringan wireless pada Cisco Packet Tracer. Subnet Mask adalah teknik untuk memecah atau membagi jaringan komputer menjadi subnetwork yang ukurannya lebih kecil serta membedakan Network ID dan Host ID dengan menunjukkan letak suatu Host, entah berada di jaringan setempat atau di jaringan luar. Subnet Mask terbagi menjadi 4 kelas, yaitu kelas A (0-127), kelas B (128-191), kelas C (192-223), dan kelas D (224-239). Jaringan wireless atau nirkabel adalah jaringan yang terhubung tanpa menggunakan kabel dan menggunakan media udara atau gelombang sebagai jalur untuk transmisi data. Untuk membuat jaringan wireless, diperlukan AccessPoint sebagai wireless device yang menghubungkan Server dan Client.
Prosedur Praktikum :
1. Buatlah dua jaringan yang dihubungkan melalui router dengan masing-masing jaringan terdiri dari 1 server, 1 switch, 1 AccessPoint, dan 3 client. Kemudian hubungkan server dan AccessPoint ke switch menggunakan kabel straight sampai terlihat tanda segitiga hijau pada kabel. Untuk router, setelah dihubungkan dengan switch menggunakan kabel straight muncul segitiga berwarna merah, biarkan dulu karena itu harus melalui konfigurasi nantinya, lihat gambar dibawah ini.
2. Klik AccessPoint pada jaringan kiri, ke menu Config, kemudian ke bagian Port 1. Pada kolom SSID, isilah nama jaringan menjadi Jaringan A. Lakukan hal yang sama pada AccessPoint jaringan kanan, dengan nama jaringan Jaringan B. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyambungan perangkat client ke AccessPoint (sebagai identitas).
3. Selanjutnya, untuk menghubungkan PC ke AccessPoint secara wireless, pasang modul wireless (WLAN Card) pada PC. Klik PC, pilih menu Physical, kemudian matikan power CPU PC. Kosongkan modul sebelumnya dan letakkan modul wireless WMP300N ke slot yang telah dikosongkan. Jangan lupa untuk menyalakan kembali CPU PC. Lakukan pada semua PC.
4. Untuk menghubungkan PC ke jaringan, klik PC, pilih menu Dekstop, kemudian PC Wireless, lalu pilih Connect pada menu yang muncul, akan ada tulisan Adapter is Inactive pada bagian hijau kanan bawah. Klik Refresh sampai tampil nama jaringan SSID AccessPoint yang telah kita buat pada tabel Wireless Network Name, kemudian pilih jaringan AccessPoint yang ingin dihubungkan ke PC, kemudian klik tombol Connect sampai tulisan berubah menjadi Adapter is Active. Lakukan pada semua PC seperti gambar di bawah ini.
5. Lakukan konfigurasi IP Address pada masing-masing Server jaringan. Klik Server Jaringan A dan pilih IP Configuration pada bagian Dekstop. Isi IP Address dengan IP kelas B yaitu 128.130.1.3 dan default gateway 128.130.1.1. Untuk Server Jaringan B, isi IP Address dengan IP kelas C yaitu 192.168.10.5 dan default gateway 192.168.10.1. Karena ingin menggunakan subnet mask berbasis /29, maka isi subnet mask dengan 255.255.255.248. Untuk DNS Server dapat disesuaikan dengan IP Address Server.
6. Masih pada Server, klik bagian Services, kemudian pilih DHCP, klik serverPool pada tabel di bagian bawah. Isi bagian Default Gateway dan DNS Server sama seperti yang telah dibuat sebelumnya. Untuk bagian Start IP Address, angka terakhir IP ditambah 1. Maximum Number of Users akan otomatis terisi menyesuaikan Subnet Mask. Jika sudah, klik On pada Service kemudian klik Save.
7. Klik perangkat client yang terhubung dengan Server yang telah dikonfigurasi, kemudian pilih IP Configuration pada bagian Dekstop. Ubah pilihan dari static menjadi DHCP. Jika konfigurasi pada server sudah benar, maka IP Address akan otomatis terisi. Lakukan hal ini pada semua perangkat client di jaringan tersebut sampai semuanya mendapatkan IP Address.
8. Kabel yang menghubungkan switch dan router masih bertanda segitiga warna merah, untuk menghubungkan kedua jaringan melalui router sampai kabelnya bertanda segitiga warna hijau, lakukan konfigurasi pada router. Klik Router, pilih CLI. Kemudian ketik perintah seperti gambar dibawah ini.
9. Pastikan tanda pada kabel sudah berubah menjadi segitiga warna hijau. Selanjutnya, lakukan perintah ping pada salah satu client Jaringan A ke salah satu client Jaringan B atau sebaliknya. Jika ping berhasil dengan mendapatkan reply, maka kedua jaringan telah berhasil terhubung melalui router.
10. Jaringan wireless berhasil dibuat.
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Perangkat
client yang tidak terhubung ke AccessPoint, biasanya karena user lupa mengganti
modul sebelumnya dengan modul wireless WMP300N. Sebaiknya cek terlebih dahulu
Physical nya untuk memastikan apakah sudah bisa wireless atau belum.
2. Modul
tidak bisa diganti atau tidak bisa masuk ke menu PC Wireless pada Dekstop.
Biasanya akan muncul notifikasi peringatan. Hal ini disebabkan oleh power CPU
PC yang belum dimatikan saat ingin mengganti modul dan belum dihidupkan kembali
saat ingin menghubungkan PC ke AccessPoint.
3. Saat
menghubungkan client ke AccessPoint, client terhubung ke AccessPoint jaringan
lain. Hal ini dikarenakan user tidak mengganti SSID AccessPoint dengan nama
yang berbeda. Solusi masalah ini yaitu user sebaiknya mengganti nama agar
memudahkan dalam proses menghubungkan nantinya.
Kesimpulan Percobaan :
Jadi, kesimpulan praktikum kali ini yaitu
perangkat Client dapat terhubung ke jaringan menggunakan kabel maupun tanpa
menggunakan kabel (wireless). Untuk jaringan wireless sendiri memerlukan
AccessPoint dan WLAN Card pada perangkat client. Subnet Mask digunakan agar
dapat membatasi jumlah Client pada jaringan sehingga tidak ada IP Address user yang
tidak terpakai pada proses pembagian IP Address saat DHCP dan tidak terjadi
pemborosan tempat di jaringan.






















Komentar
Posting Komentar