Hasil dan Pembahasan Praktikum :
Pada praktikum kali ini, praktikan akan mengenal mikrotik, dapat mengkonfigurasi mikrotik dan melakukan simulasi Jaringan dengan mikrotik. Mikrotik adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras dan lunak yang berhubungan dengan sistem jaringan komputer untuk mengembangkan router dan sistem ISP (Internet Service Provider) nirkabel. Mikrotik digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti merancang dan membangun sebuah sistem jaringan komputer.
Prosedur Praktikum :
1. Pertama-tama, siapkan alat praktikum yaitu MikroTik RouterBoard beserta kabel powernya, kabel LAN, kabel Internet LAN, software winbox dan Laptop yang memiliki port RJ45.
2. Hubungkan
laptop dengan MikroTik RouterBoard menggunakan kabel LAN pada port 2 Ethernet. Sebelum
menggunakan MikroTik RouterBoard, lakukan reset perangkat dengan cara menekan
tombol reset dengan benda tajam kecil yang muat pada lubangnya seperti jarum
atau ujung isi pulpen, kemudian tahan. Masukkan colokan kabel power ke dalam
lubang power bersamaan tanpa melepas tombol reset. Lampu port 2 akan menyala
berwarna kuning lalu berkedip-kedip cepat, lepas tombol reset, kemudian tunggu
sampai lampu tersebut mati. Tunggu hingga lampu menyala kembali.
3. Colok
kabel Internet LAN pada port 1 PoE sampai lampu port 1 menyala.
4. Pastikan
laptop sudah menginstal software winbox. Masuk ke dalam aplikasi, kemudian klik
tabulasi neighbors, lalu Refresh hingga muncul keterangan dari jaringan yang
terhubung (MAC Address, IP Address dll). IP Default dari MikroTik RouterBoard
yaitu 192.168.88.1. Hapus IP pada kolom Connect to, biarkan kursornya disana
kemudian klik mac address yang muncul dibawah tadi sehingga kolom akan terisi
otomatis. Selanjutnya klik Connect dan muncul jendela baru.
5. Pada
tampilan baru, akan muncul jendela RouterOS Default Configuration, klik Remove
Configuration.
6. Klik
menu IP pada bagian sebelah kiri, pilih Addresses, kemudian lakukan konfigurasi
IP dengan mengklik tanda tambah (+), setting interface menjadi ether2 dan isi
IP sesuai yang diinginkan user, klik Apply kemudian OK.
7. Masuk
lagi ke menu IP kemudian pilih DHCP Client. Lakukan konfigurasi dengan menekan
tanda tambah (+) kemudian mengubah interface menjadi ether1, klik Apply lalu
OK. Periksa Status DHCP Client apakah berubah menjadi bound.
8. Masih
di menu IP, pilih DNS. Selanjutnya pada kolom Servers isi 8.8.8.8 (Server
Google) kemudian centang Allow Remote Requests, klik Apply, lalu klik OK.
9. Untuk
mengecek status koneksi internet, buka menu New Terminal kemudian lakukan ping
8.8.8.8. Jika sebelumnya belum mengganti password, maka ganti password terlebih
dahulu dengan memasukkan password baru ketika diminta pada New Terminal.
Apabila statusnya Reply (tidak terjadi RTO), maka berhasil terkoneksi.
10. Masuk
ke menu IP, kemudian pilih DHCP Server. Pada jendela baru, klik DHCP Setup,
kemudian ganti DHCP Server Interface ke ether2. Setelah itu klik Next terus
sampai muncul notifikasi DHCP Setup selesai di konfigurasi, klik OK.
11. Tekan
dua kali pada bagian DHCP sehingga muncul tampilan DHCP Server. Selanjutnya, centang
bagian Always Broadcast dan Add ARP for Leases lalu klik Apply kemudian OK.
12. Ke menu IP, pilih Firewall, kemudian klik tabulasi NAT lalu tekan tanda tambah (+). Pada General, bagian Chain pilih srcnat dan pada bagian out-interface pilih ether1.
13. Klik
tabulasi Action, lalu pada bagian Action pilih masquerade, klik Apply kemudian
OK.
14. Klik
kanan pada icon Connection di bagian kiri bawah, pilih Open Network &
Internet settings. Pada jendela baru, pilih Network and Sharing Center,
kemudian klik Change adapter settings.
15. Pilih
Ethernet seperti yang terhubung pada mikrotik, buka properties dan klik dua
kali bagian Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).
16. Klik
button Obtain an IP address automatically dan button Obtain DNS server address
automatically kemudian klik OK. Setelah itu, pastikan ada tulisan internet pada
bagian IPv4 Connectivity di tabulasi General pada jendela Ethernet Status.
17. Bukalah browser untuk mengecek apakah dapat terhubung ke google. Jika berhasil, maka konfigurasi telah selesai dan berhasil dibuat.
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Reset yang dilakukan gagal sehingga IP Address pada winbox masih belum default, hal ini dapat di reset dengan masuk menggunakan mac address, pada jendela baru klik System kemudian pilih Reset Configuration.
2. Ketika
sedang melakukan konfigurasi, jendela tertutup secara tiba-tiba dan keluar dari
winbox, terkadang masuk kembali. Hal ini terjadi saat koneksi terputus atau
tidak stabil. Solusinya yaitu memperhatikan kabel LAN yang terhubung pada
laptop dan RouterBoard.
Kesimpulan Percobaan :
Jadi, kesimpulan praktikum kali ini yaitu Mikrotik dapat digunakan untuk perancangan sistem jaringan komputer baik yang sederhana berskala kecil maupun kompleks. Untuk mengkonfigurasi setting Mikrotik, dapat melalui software Winbox.



.png)















.png)

.png)

.png)
Komentar
Posting Komentar